Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Cara Melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) pada Orang Dewasa

11 September 2013


 CPR Pada Orang Dewasa


Cek Responsivitas
  1. Cek Responsivitas/ kemampuan reaksi. Goyangkan atau tepuk korban dengan lembut. Lihat apakah korban bergerak atau bersuara. Teriakkan, "Apakah kamu baik-baik saja?"
  2. Hubungi 911 jika tidak ada repon. Minta bantuan dan kirim seseorang untuk menghubungi 911 atau nomor darurat lokal (ambulan). Jika anda sendirian, hubungi dan ambil defibrilator eksternal otomatis (Automatic External Defibrillator, AED) jika tersedia, bahkan jika Anda harus meninggalkan orang tersebut.
    Automated Defibrillator External
  3. Hati-hati menempatkan korban terutama masalah punggung mereka. Jika ada kemungkinan korban mengalami cedera tulang belakang, dua orang harus memindahkan korban untuk mencegah kepala dan leher memutar.

    Penekanan Dada
  4. Lakukan penekanan dada.
    • Tempatkan telapak tangan (heel of hand) salah satu tangan di tulang dada - tepat dibawah puting susu. Pastikan telapak tangan (heel of hand) tidak berada di ujung tulang dada.
      Heel of Hand
    • Letakkan telapak tangan (Heel of Hand) diatas tangan pertama (seperti pada gambar)
    • Posisikan tubuh anda langsung di atas tangan anda
    • Berikan 30 kompresi dada. Kompresi ini harus CEPAT dan keras tanpa henti. Tekan ke bawah sekitar 2 inci ke dada. Setiap kali, biarkan dada meningkat sepenuhnya. Hitung kompresi dengan cepat :
      "1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, selesai.
    Periksa Pernapasan

  5. Buka jalan pernapasan. Angkat dagu dengan satu tangan. Pada saat yang sama, tekan dengan lembut dahi korban dengan tangan yang lainnya.
  6. Melihat, mendengar, rasakan napas anak. Tempatkan telinga anda dekat dengan mulut dan hidung korban. Perhatikan gerakan dada. Rasakan napas di pipi anda.
    Korban tidak bernapas
  7. Jika korban tidak bernapas:
    • Tutup mulut korban erat dengan mulut anda
    • Jepit dan tutup hidung korban
    • Biarkan dagu diangkat dan dahi di tahan dengan tangan lainnya
    • Berikan dua napas. Setiap napas harus memakan waktu sekitar 1 detik dan buat dada mengembang.
  8. Lanjutkan CPR (30 kompresi dada diikuti oleh 2 napas, kemudian ulangi) sampai korban sadar atau bantuan tiba. Jika AED untuk orang dewasa tersedia, gunakan segera mungkin.
Jika korban mulai bernapas lagi, tempatkan mereka dalam posisi pemulihan. Secara berkala periksa ulang napas korban sampai bantuan tiba

REFERENSI :
Update Date: 9/2/2011
Updated by: Jacob L. Heller, MD, MHA, Emergency Medicine, Virginia Mason Medical Center, Seattle, Washington, Clinic. Also reviewed by David Zieve, Md, MHA, Medical Director, A.D.A.M., inc.
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/presentations/100219_1.htm

Cara Melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) Pada Anak


 CPR pada anak (1-8 tahun)

Cek Responsivitas
  1. Cek Responsivitas/ kemampuan reaksi. Goyangkan atau tepuk anak dengan lembut. Lihat apakah anak bergerak atau bersuara. Teriakkan, "Apakah kamu baik-baik saja?"
  2. Jika tidak ada tanggapan, teriak minta bantuan. Kirim seseorang untuk menghubungi 911 atau nomor darurat lokal dan mengambil  defibrilator eksternal otomatis (Automatic External Defibrillator, AED) jika tersedia. Jangan tinggalkan anak sendirian untuk menghubungi 911 atau nomor darurat lokal dan mengambil AED sampai anda telah melakukan CPR selama 2 menit.
    Automated Defibrillator External
  3. Hati-hati menempatkan anak terutama masalah punggung mereka. Jika ada kemungkinan anak mengalami cedera tulang belakang, dua orang harus memindahkan anak untuk mencegah kepala dan leher memutar.
    Penekanan Dada

  4. Lakukan penekanan dada.
    • Tempatkan telapak tangan (heel of hand) salah satu tangan di tulang dada - tepat dibawah puting susu. Pastikan telapak tangan (heel of hand) tidak berada di ujung tulang dada.
      Heel of Hand
    • Letakkan tangan yang lainnya di dahi anak, menjaga kepala bergerak kebelakang. 
    • Tekan ke bawah di dada anak sehingga dada anak terkompres kebawah sekitar 1/3 - 1/2 kedalaman dada.
    • Berikan 30 kompres dada. Setiap kali, biarkan dada meningkat sepenuhnya. Kompresi ini harus CEPAT dan keras tanpa henti. Hitung kompresi dengan cepat :
      "1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, selesai.
    Anak tidak bernapas

  5. Buka jalan pernapasan. Angkat dagu dengan satu tangan. Pada saat yang sama, tekan dengan lembut dahi anak dengan tangan yang lainnya.
  6. Melihat, mendengar, rasakan napas anak. Tempatkan telinga anda dekat dengan mulut dan hidung anak. Perhatikan gerakan dada. Rasakan napas di pipi anda. 
  7. Jika anak tidak bernapas:
    • Tutup mulut anak erat dengan mulut anda
    • Jepit dan tutup hidung anak
    • Biarkan dagu diangkat dan dahi di tahan dengan tangan lainnya
    • Berikan dua napas. Setiap napas harus memakan waktu sekitar 1 detik dan buat dada mengembang.
  8. Lanjutkan CPR (30 kompresi dada diikuti oleh 2 napas, kemudian ulangi) selama sekitar 2 menit.
  9. Setelah sekitar 2 menit melakukan CPR,  jika anak masih tidak bernapas dengan normal, batuk, atau gerakan apapun, tinggalkan anak jika kamu sendiri dan hubungi 911 atau nomor lokal darurat anda (ambulan). Jika AED untuk anak-anak tersedia, gunakan sekarang.
  10. Ulangi pernapasan buatan dan penekanan dada sampai anak sadar atau bantuan tiba.   
Jika anak mulai bernapas lagi, tempatkan mereka dalam posisi pemulihan. Secara berkala periksa ulang napas anak sampai bantuan tiba

REFERENSI :
Update Date: 9/2/2011
Updated by: Jacob L. Heller, MD, MHA, Emergency Medicine, Virginia Mason Medical Center, Seattle, Washington, Clinic. Also reviewed by David Zieve, Md, MHA, Medical Director, A.D.A.M., inc.
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/presentations/100215_1.htm

Panduan Pertolongan Pertama : Serangan Jantung

10 September 2013

     Serangan jantung merupakan keadaan darurat medis. Hubungi 911 atau nomor darurat anda jika anda berpikir anda atau orang lain mengalami serangan jantung. 

     Rata-rata orang menunggu 3 jam sebelum mencari bantuan untuk gejala serangan jantung. Banyak pasien serangan jantung meninggal sebelum mereka sampai ke rumah sakit. Semakin cepat seseorang sampai ke ruang gawat darurat, semakin baik kesempatan untuk bertahan hidup. Perawatan dan pengobatan secara cepat mengurangi jumlah kerusakan jantung.


Penyebab
Sebagian besar serangan jantung disebabkan oleh gumpalan darah yang menghalangi salah satu arteri koroner. Arteri koroner membawa darah dan oksigen ke jantung. Jika aliran darah tersumbat, jantung akan kekurangan oksigen dan sel-sel jantung akan mati.

Sebuah zat keras yang disebut plak dapat menumpuk di dinding arteri koroner. Plak ini  terdiri dari sel-sel kolesterol dan lainnya.

Serangan jantung dapat terjadi jika :
  • Trombosit darah berbentuk air mata menempel dalam plak dan membentuk gumpalan darah yang menghambat darah mengalir ke jantung. Ini adalah penyebab paling umum dari serangan jantung.
  • Penumpukan yang lambat dari plak ini hampir dapat menghalangi salah satu arteri koroner.
Penyebab serangan jantung tidak selalu diketahui. Serangan jantung dapat terjadi :
  • Ketika anda sedang istirahat atau tidur 
  • Setelah peningkatan mendadak dalam aktivitas fisik
  • Ketika anda aktif diluar pada saat cuaca dingin
  • Keadaan mendadak, emosi yang parah atau stres fisik, termasuk penyakit
Gejala :
Gejala serangan jantung berbeda-beda dan bervariasi tiap orang. Mungkin termasuk gejala ringan atau parah. Wanita, orang tua, dan orang-orang dengan diabetes lebih mungkin untuk memiliki gejala yang halus atau tidak biasa.

Gejala pada orang dewasa yaitu :
  • Perubahan status mental, terutama pada orang tua
  • Nyeri dada yang terasa seperti tertekan, teremas, atau kepenuhan.
    • Rasa sakit biasanya di tengah dada
    • Hal ini juga dapat dirasakan di rahang, bahu, lengan, punggung, dan perut
    • Ini berlangsung selama lebih dari beberapa menit, bisa hilang atau timbul kembali.
  • Keringat dingin
  • Pusing
  • Mual (lebih umum pada wanita)
  • Mati rasa, sakit, atau kesemutan di lengan (biasanya di lengan kiri)
  • Sesak napas
  • Lemah atau kelelahan, terutama pada orang tua
Pertolongan Pertama :

Jika anda berpikir seseorang mengalami serangan jantung : 
  • Tuntun orang itu untuk duduk, istirahat, dan coba untuk tetap tenang
  • Longgarkan pakaian yang ketat
  • Tanyakan jika orang itu biasa mengobati nyeri dada untuk kondisi jantung yang diketahui, seperti nitrogliserin, dan bantu mereka mengambilkannya.
  • Jika rasa sakit tidak hilang dengan istirahat atau dalam 3 menit setelah meminum nitrogliserin, hubungi 911 (atau nomor darurat lokal) kemudian lakukan CPR.
  • Jika bayi atau anak kecil tidak sadar dan tidak responsif, lakukan CPR selama 1 menit, kemudian hubungi panggilan darurat.
  • Lihat panduan melakukan CPR :
JANGAN :
  • Jangan tinggalkan korban sendirian kecuali untuk memanggil bantuan, jika diperlukan
  • Jangan izinkan korban untuk menunda pengobatan dan meyakinkan anda untuk tidak memanggil/meminta bantuan darurat
  • Jangan menunggu gejala serangan jantung sampai hilang
  • Jangan berikan apapun ke mulut korban, kecuali obat jantung (seperti nitrogliserin) yang telah diresepkan. 
Kapan Menghubungi Tim Medis Profesional :

Hubungi 911 atau nomor darurat lokal jika orang tersebut :
  • Tidak merespon anda
  • Tidak bernapas 
  • Memiliki nyeri dada mendadak atau gejala lain dari serangan jantung 
Pencegahan : 

Orang dewasa harus mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan faktor resiko penyakit jantung bila memungkinkan.
  • Jika anda merokok, berhentilah!. Sering merokok, dapat memicu gejala serangan jantung.
  • Menjaga tekanan darah, kolesterol, dan diabetes dalam kontrol yang baik dan mengikuti perintah dokter anda.
  • Menurunkan berat badan jika obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Olahraga secara teratur untuk meningkatkan  kesehatan jantung. (Bicarakan dengan dokter anda sebelum memulai program kebugaran baru) 
  • Makan secara diet untuk menyehatkan jantung, batasi lemak jenuh, daging merah dan gula. Tingkatkan asupan ayam, ikan, buah-buahan, sayuran segar, dan biji-bijian. Dokter dapat membantu anda menyesuaikan diet khusus untuk kebutuhan anda.
  • Batasi jumlah  alkohol yang anda minum. Satu gelas sehari dikaitkan dengan mengurangi tingkat serangan jantung. Tapi dua atau lebih minuman per hari dapat merusak jantung dan menyebabkan gangguan kesehatan lainnya.
Referensi :
Hollander JE. Acute coronary syndromes. Acute myocardial infarction and unstable angina. In: Tintinalli JE, Kelen GD, Stapczynski JS, Ma OJ, Cline DM, eds. Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide. 6th ed. New York, NY: McGraw-Hill; 2004:chap 50.

Anderson JL, Adams CD, Antman EM, Bridges CR, Califf RM, Casey DE Jr., et al. ACC/AHA 2007 guidelines for the management of patients with unstable angina/non-ST-elevation myocardial infarction: a report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines (Writing Committee to Revise the 2002 Guidelines for the Management of Patients with Unstable Angina/Non-ST-Elevation Myocardial Infarction) developed in collaboration with the American College of Emergency Physicians, the Society for Cardiovascular Angiography and Interventions, and the Society of Thoracic Surgeons endorsed by the American Association of Cardiovascular and Pulmonary Rehabilitation and the Society for Academic Emergency Medicine. J Am Coll Cardiol. 2007;50:e1-e157.

Brady WJ, Harrigan RA, Chan TC. Acute coronary syndrome. In: Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, et al, eds. Rosen’s Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 7th ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier; 2009:chap 76.

In: Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, et al, eds. Rosen’s Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 7th ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier; 2009.
Update Date: 7/16/2011

Updated by: Jacob L. Heller, MD, MHA, Emergency Medicine, Virginia Mason Medical Center, Seattle, Washington, Clinic. Also reviewed by David Zieve, MD, MHA, Medical Director, A.D.A.M., Inc.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000063.htm
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000195.htm

Panduan Pertolongan Pertama : Ketidaksadaran (Unconsciousness)

05 September 2013

     
Tanda-tanda dan gejala ketidaksadaran (pingsan) yaitu dapat mencakup,
mata tertutup, kebingungan dan mengantuk atau tidak respon terhadap di sekelilingnya
     Ketidaksadaran adalah keadaan tidak normal dimana seseorang tidak merasa waspada atau tidak responsif terhadap keadaan di sekelilingnya. Tingkatan ketidaksadaran dimulai dari keadaan mengantuk sampai tubuhnya terjatuh karena tidak dapat menyeimbangkan tubuh, keadaan yang lebih parah dapat mengakibatkan korban sampai mengalami koma.
     Tidak seperti ketika seseorang sedang tidur, seseorang yang tidak sadarkan diri tidak bisa batuk, membersihkan tenggorokannya, atau menggerakkan kepalanya kesamping jika dalam kesulitan. Ketika tidak sadarkan diri sangat bahaya apabila seseorang mengalami tersedak, sehingga sangat penting untuk menjaga jalan udara pernapasannya agar tetap stabil sambil menunggu perawatan medis.

Panduan Pertolongan Pertama :
     Jika anda menemukan orang yang tidak sadarkan diri, cobalah untuk menemukan dan menentukan penyebab hilangnya kesadaran. Periksa apakah dia menggunakan tag tanda medis atau tidak.
     Jika anda dapat menemukan dan menentukan penyebab hilangnya kesadaran, hubungi layanan darurat medis dan berikan pertolongan pertama untuk penyakit atau cedera sampai mereka tiba. Jika anda tidak dapat menemukan dan menentukan penyebab hilangnya kesadaran, berikan pertolongan pertama secara umum dan hubungi layanan darurat medis apabila korban tidak dapat sadar kembali dengan segera (dalam beberapa menit)
1. Periksa jalan udara, pernapasan, dan sirkulasi udara.
2. Jika anda tidak merasakan adanya cedera dibagian tulang belakang (spinal), letakkan korban dalam posisi pemulihan:
  • Posisikan orang terbaring menghadap keatas
  • Palingkan wajah korban ke arah anda
  • Ambil lengan korban yang paling dekat dengan anda dan tempatkan di sisi korban, kemudian selipkan dibawah bokong
  • Ambil lengan yang lainnya (kiri/kanan) dan tempatkan di dadanya
  • Silangkan pergelangan kaki korban dengan  menempatkan kaki yang jauh diatas kaki yang dekat 
  • Sangga kepala korban dengan satu tangan, tarik dan longgarkan dengan perlahan pakaian korban yang menutupi pinggul dan gulung ke arah anda, sehingga perut korban mengarah ke anda.
  • Tekuk dan lipat satu lengan ke atas dan lengan lainnya ke bawah, untuk menyangga tubuh bagian atas dan bawah
  • Miringkan kepala korban untuk memungkinkan udara bergerak bebas masuk dan keluar dari mulut
     Jika anda mengira korban kemungkinan memiliki cedera tulang belakang (spinal), biarkan korban seperti semula saat anda menemukan korban (selama korban masih bernapas). Jika korban muntah atau darah keluar dari mulutnya, gulingkan seluruh tubuh korban satu kali ke arah samping. Pastikan untuk menyangga leher dan punggung untuk menjaga kepala dan tubuh pada posisi yang sama saat anda menggulingkan korban.
3. Jaga suhu korban agar tetap hangat sampai bantuan darurat medis tiba. 
Catatan :  Jika korban terbangun selama tindakan perawatan di atas dan korban merasa gelisah dan banyak bergerak, upayakan untuk menahannya dengan lembut.

Berikut dibawah ini yang harus dihindari selama kasus hilangnya kesadaran :
  • Jangan memberikan korban apapun melalui mulutnya, jika dia telah kembali sadarkan diri, jangan berikan apapun sampai di periksa dan di konsultasikan oleh dokter.
  • Jangan mencoba untuk membangunkan korban tidak sadarkan diri dengan menampar atau mengguncangkan tubuhnya dengan keras, atau dengan  meletakkan air dingin kepada korban.
  • Jangan meletakkan bantal di bawah  kepala korban tak sadarkan diri, karena hal ini dapat mengganggu dan menghambat proses jalannya pernapasan.
Siapa yang Beresiko
Ketidaksadaran dapat diakibatkan oleh banyak cedera atau jenis penyakit tertentu. Penyebab umum ketidaksadaran adalah cedera pada kepala karena terjatuh atau terkena pukulan. Penyebab khusus ketidaksadaran untuk pingsan dapat ditemukan dalam topik pingsan.

Diabetes mempengaruhi gula darah, terlalu banyak gula (hyperglikemia) dan terlalu sedikit gula (hipoglikemia) dapat menyebabkan  ketidaksadaran dalam bentuk koma diabetes (diabetic coma) atau insulin shock.

Penyalahgunaan zat dan alkohol, mengejan saat buang air besar, batuk keras, dan bernapas cepat (hyperventilating) dapat menyebabkan ketidaksadaran.

Tanda dan Gejala
Seseorang yang tidak sadarkan diri memiliki tanda dan gejala:
# Mengantuk dan/atau kebingungan, mungkin bisa hilang kesadaran atau tidak.
# Pusing (bingung) dan bicara yang tidak karuan,
# Dalam koma, mungkin benar-benar tidak bergerak.

Ketika Mencari Perawatan Medis
 Jika korban tidak sadarkan diri pulih dengan segera, hubungi layanan darurat medis. Bahkan jika korban telah sadarkan diri, evaluasi medis harus diberikan untuk memecahkan masalah serius yang mendasar.
Mencari perawatan darurat medis jika korban : 
  • Telah berhenti bernapas
  • Tidak sadarkan diri dengan cepat/segera (yaitu, dalam waktu 5 menit)
  • Telah terluka, terutama apabila mengalami pendarahan
  • Memiliki diabetes
  • Hamil
  • Umur lebih dari 50 tahun
  • Mengalami nyeri dada, tekanan, ketidaknyamanan, atau detak jantung yang berdebar-debar atau tidak teratur
  • Tidak dapat berbicara, memiliki masalah penglihatan, atau tidak dapat menggerakkan lengan atau kakinya.
  • Memiliki kejang-kejang
  • Riwayat kehilangan kontrol buang air besar
Pengobatan Penyedia Mungkin Meresepkan 
 Jika orang tersebut tidak bernapas, dokter akan memulihkan pernapasan dengan memberikan ruang jalan udara pernapasan dan menyadarkannya.

Kehilangan kesadaran dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang mendasar, dokter akan melakukan tes untuk menentukan ruang lingkup dan mengobati penyakit atau cedera yang sesuai dengan ilmu yang tepat.

Referensi/Situs Terpercaya

Referensi
Handal KA; American Red Cross.Part2: First Aid. In: The American Red Cross First Aid And Safety Handbook. Ist ed. Boston, MA: Little, Brown and Company; 1992:182-186.

Sumber
www.skinsight.com/firstaid/firstAidUnconsciousness.htm
www.nlm.nih.gov/medlineplus/firstaid.html
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Laquezto - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger